-->
Pontianak Melawi Sanggau Sekadau Ketapang Bengkayang Landak Kubu Raya Kapuas Hulu Sintang Sambas
Tim Editor
Selasa, November 23, 2021, 6:32:00 PM WIB
Last Updated 2021-11-23T11:33:25Z
BeritaKalbarKeagamaanMaulidNanga KomanPeristiwaSekadau

12 Balita Gunting Rambut Di Masjid Jami Nurul Yaqin


Maulid di Nanga Koman

BorneoTribun Sekadau, Kalbar Majelis Taklim Al-Barzanji Maulid Tradisional (MTAMT) kembali melaksanakan perayaan maulid tradisional. Kali ini dilaksanakan di Masjid Jami Nurul Yaqin
Nanga Koman II secara sederhana dan terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan, Senin (22/11/2021).

Kegiatan di isi dengan gunting rambut 12 orang balita dan shalawat yang dilantunkan para jamaah MTAMT Sekadau.

Tampak hadir anggota DPRD dari fraksi PAN Dapil 2, Muhammad Jais, Ketua MTAMT, Haji Abdul Bakar, alim ulama dan masyarakat yang turut hadir meramaikan maulid tradisional.

Pada kesempatan itu, M Jais anggota DPRD dari kabupaten Sekadau fraksi PAN memberikan sambutan dan arahannya. Ia sangat menyambut baik maulid tradisional yang dihelat oleh MTAMT Sekadau ini.

“Dan sarannya kita semua harus selalu ikut aturan protokol kesehatan untuk mencegah menghindari penularan Covid-19 yang menjadi musibah dunia. Kegiatan ini sangat positif bagi umat Islam Kabupaten Sekadau mempererat tali silaturahmi,” Ujarnya. 

“Terlebih lagi pelaksanaannya dilakukan dengan keliling dari masjid ke masjid, kampung ke kampung, desa ke desa-desa, yang penting kita harus melaksanakan gerakan Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak (3M),” Pesan Jais.

Sementara Ketua Masjid  MTAMT Haji Abdul Bakar mengatakan melalui maulid tradisional yang diselenggarakan di zona 2 dulu karena di Sekadau masih musibah banjir. 

“Atas nama jamaah MTAMT meminta pemerintah atau instansi terkait dapat memberikan mobil pick up L300 untuk jamaah MTAMT maulid tradisional," Ucapnya.

Dirinya berharap agar pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap jamaah MTAMT.

"Kami berharap Pemerintah Kabupaten Sekadau memberikan perhatian agar jamaah MTAMT tidak susah jika mau pergi maulid tradisional," Harapnya.

Reporter : Mus

iklan

Iklan

X

LOKASI MENU1

LOKASI MENU1


LOKASI MENU2

LOKASI MENU2.


LOKASI MENU3

LOKASI MENU3.


Iklan

Iklan