Adakan Sosialisasi Pembangunan Rumah Adat Melayu, Bupati Sekadau Harapkan Dukungan Masyarakat | Sekadau Borneo -->

11/11/2022

Adakan Sosialisasi Pembangunan Rumah Adat Melayu, Bupati Sekadau Harapkan Dukungan Masyarakat

Adakan Sosialisasi Pembangunan Rumah Adat Melayu, Bupati Sekadau Harapkan Dukungan Masyarakat
Adakan Sosialisasi Pembangunan Rumah Adat Melayu, Bupati Sekadau Harapkan Dukungan Masyarakat.
Sekadau - Bupati Sekadau Aron bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang adakan Sosialisasi Rumah Adat Melayu di Ruang Rapat Wakil Bupati, Kantor Bupati Sekadau, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kamis (10/11/2022)

Pemerintah Kabupaten Sekadau merencanakan pembangunan Rumah Adat Melayu ini nantinya dapat mewakili ciri khas budaya dan masyarakat Melayu di Kabupaten Sekadau, fungsi Rumah Adat ini nantinya sebagai wadah aktivitas dan pelestarian budaya Melayu di Kabupaten Sekadau.

Pada paparan yang dilakukan oleh perwakilan dari CV. Citra Stapaka Sejahtera selaku kontraktor terdapat dua alternatif rancangan Rumah Adat Melayu, dimana alternatif yang pertama yang mempunyai akses masuk dari jalan utama Lintas Kalimantan Poros Tengah dan alternatif yang kedua mempunyai akses masuk dari jalan Amaliyah.

“pada alternatif satu di bagian paling depan bangunan akan dibuat ruang terbuka yang fungsinya nanti untuk kegiatan-kegiatan festival ataupun kegiatan masyarakat, sedangkan pada alternatif kedua jalan masuk utama akan berada di jalan Amaliyah dan posisi bangunan akan menghadap ke jalan Amaliyah,” ungkapnya.

Bupati Sekadau, Aron atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau sangat mengapresiasi atas terselenggaranya rencana kegiatan pembangunan Rumah Adat Melayu di Kabupaten Sekadau ini yang sudah dinanti oleh masyarakat Kabupaten Sekadau.

“kami mohon dukungan dan kerjasama kita semua di tahun depan kami akan mengalokasikan anggaran pembangunan Rumah Adat Melayu di Kabupaten Sekadau, karena yang terpenting sebenarnya kita bangun gedung utamanya dulu dan untuk gedung yang lainnya baru kita sesuaikan,” ucap Aron.

“yang menjadi harapan saya bahwa tahun 2023 pembangunannya nanti harus selesai agar di tahun 2024 bisa kita resmikan dan MABM bisa pindah kesana, tidak perlu lagi menyewa sekretariat dan biaya sewanya bisa digunakan untuk operasional di Rumah Adat Melayu,” tambahnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan mendengarkan masukan-masukan mengenai alternatif yang akan dipilih serta apa saja yang perlu dirubah dan ditambahkan pada Rumah Adat Melayu dari tokoh masyarakat yang diundang. 

(yakop/madah sekadau)

*BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Komentar